Tragedi Malam Pengantin

Kedua bola mata nan indah milik gadis belia cantik itu begitu kagetnya demi melihat apa yang terpampang di hadapannya dari sosok seorang lelaki gagah yang demikian perkasa, dan rasanya sang suaminya belum tentu akan memilikki tonjolan di selangkangannya seperti lelaki bajingan kepala perampok yang menyatroni rumahnya ini. Seketika tubuhnya semakin ciut saja menanti apa yang akan dilakukan lelaki itu kepadanya sesudahnya. Berikutnya lengan kirinya yang terikat erat itu dicekal oleh sang jahanam yang serta menariknya dari ranjang untuk kemudian dipaksa berdiri bersebelahan dengan tubuh lelaki itu yang telah telanjang kini.

Ketika kedua tubuh berlainan jenis kelamin itu telah berdiri, aku melihat dengan jelas bahwa ukuran lelaki tubuh lelaki itu ada dua kali lebih besar dari tubuh sang gadis malang ini. Tubuh gadis itu diraihnya sehingga tubuh mereka kini saling berhadapan, lelaki itu berjongkok tepat dihadapan tubuh sang pengantin perempuan itu kemudian dengan perlahan-lahan menyusupi gaun serta melucuti celana dalam dara itu yang tersisa.

Aku terus memandangi detil kejadian itu, saat lelaki itu mulai menarik celana itu dari bongkahan pantatnya sampai melorot ke betis indah sang wanita muda, diiringi suara sesenggukkan tangis gadis cantik nan malang ini. Kulihat sesuatu bagian dari miliknya yang terlarang dapat kulihat dengan jelas, yakni di sela-sela pangkal pahanya yang putih mulus bak lobak itu dihiasi dengan bulu-bulu halus garis kemaluannya yang masih tertutup rapat sama sekali.

Namun yang membuatku lebih bernafsu lagi adalah ketika mataku tertumbuk pada celana dalam putih sutranya gadis itu yang kini telah tergantung di betis indah kirinya, tampak pada bagian yang menutupi auratnya pada kain celana tersebut terlihat bercak lendir yang berasal dari keintimannya. Bercak cairan itu sedikit menggumpal seperti jelly yang membuatku teringat akan apa yang tertulis dalam buku pengetahuan sex yang pernah aku baca, bahwa ada beberapa wanita dalam usia suburnya akan mengalami hal seperti ini dan itu adalah tanda rahimnya telah siap untuk dibuahi oleh lelaki.

Kepala perampok itu agaknya juga telah mengetahui noda percikkan lendir gadis itu pada celananya, dan ia meraih celana dalam yang tergantung di betis kiri itu kemudian menyorongkan hidungnya mengendus sisa cairan itu. Bagai seorang maniak tulen, bajingan itu menjilati sekaligus melahap lendir di celana sang dara dengan rakus dan buas bak menjilati es krim saja layaknya.

Gadis itu hanya dapat memejamkan matanya menyaksikannya dengan penuh kengerian serta juga perasaan malu yang amat sangat dengan penuh rona merah di kedua pipinya, bahwa lelaki itu ternyata menyukai sekali cairan yang berasal dari kemaluannya serta apa yang akan dilakukan oleh lelaki itu selanjutnya terhadap seorang wanita seperti dirinya ketika telah sama-sama berdua di dalam kamar tanpa diketahui oleh orang lain. Sama sekali tak pernah diduganya bahwa seorang lelaki itu akan begitu penuh dengan nafsu binatang tatkala mencumbui seorang wanita, dan kembali air matanya berderai jatuh untuk yang kesekian kalinya. Belum pernah ia telanjang seperti ini dihadapan seorang lelaki manapun dan rasa malu itu terus mendera hati dan perasaan halusnya sebagai seorang wanita baik-baik.

“Hahaha.. manis.. lendir kemaluanmu begitu wangi dan lezat.. marilah kita nikmati malam bahagia ini berdua, bersamaku kita akan mengarungi surga kenikmatan yang tak akan kau dapatkan dari suamimu itu..”, rayu lelaki bajingan yang jantan itu sambil mendekatkan wajahnya diantara celah miliknya yang selama ini belum pernah dilihat atau tersentuh oleh lelaki manapun, tak terkecuali oleh suaminya sendiri yang belum sempat mereguk kebahagiaan malam pertama mereka itu.

Dengan paksa kini ia mendorong tubuh gadis itu hingga terjerembab di atas kasur pelaminannya kembali, serta merta sebelum gadis itu tersadar apa yang akan terjadi selanjutnya, ia menyibakkan gaun pengantin yang menutupi selangkangannya, kemudian mencengkram kedua tungkai kaki gadis itu hingga dengkulnya kini tertahan pada kedua belah puting payudaranya yang memerah basah oleh sisa air liur lelaki itu saat tadi mencumbunya. Aku tak dapat melihat apa yang dilihat oleh lelaki itu kini, yang pasti aku juga sebenarnya sangat ingin melihat bagaimana bentuk dari kemaluan seorang wanita yang sama sekali belum pernah bersetubuh dengan laki-laki, tak seperti yang sering kusaksikan dalam filem biru yang rata-rata telah rusak dan bentuknya sudah jelek dan tak menggairahkan lagi untuk dilihat.

Percuma saja gadis itu berusaha mengatupkan kedua belah pahanya yang mulus itu karena cengkeraman tangan bajingan kepala perampok itu begitu kuat menahan kedua tungkai kakinya, bahkan bukaan kedua kakinya semakin melebar saja manakala kekuatan dorong lelaki itu di tambah untuk melawan daya tolak gadis itu. Aku yakin sekali lelaki itu telah berhasil menyaksikan serta menikmati keindahan dari kemaluan gadis itu seutuhnya sudah, lalu dengan menggunakan telapak kaki kanannya yang besar dan berotot, ia menginjak tungkai kaki kiri gadis itu menggantikan tangan kanannya untuk menahan agar gadis itu tetap mengangkang, kemudian tangan kanannya ia gunakan untuk membuka bibir belahan berbulu milik sang dara yang tak berdaya diperlakukan serendah dan sehina itu.

Wajah lelaki itu semakin senang setelah melihat apa yang ada dalam pangkal paha sang dara yang terbuka tersebut, agaknya ia telah melihat kesucian gadis itu yang selama ini telah banyak kubaca dan kudengar dari cerita-cerita temanku yang telah menikah, bahwa seorang wanita yang belum pernah disetubuhi lelaki masih mempunyai selaput dara yang menjaga jalan masuk liang kewanitaannya sekaligus sebagai tanda keperawanannya.

Sayang sekali aku tak dapat menyaksikannya dengan jelas sebagaimana yang dilihat oleh lelaki jahanam itu, karena pantulan dari kaca meja rias dan lemari pakaian itu tertutup oleh bayangan punggung belakang tubuh telanjang lelaki tersebut. Terlihat wajah lelaki itu semakin mendekat kearah pangkal paha dari kedua belah kaki yang terkangkang dan tengah menghirup aroma yang terpancar dari selangkangan gadis belia itu yang terbuka lebar. Kata orang, wanita mempunyai bau yang khas pada vaginanya apalagi yang masih gadis, maka aroma baunya masih kental sekali, begitu sangat sembab asli perawan murni!

Aku iri dengan lelaki itu saat ini, karena seumurku sama sekali aku belum pernah mengetahui seperti apa rasanya kenikmatan yang asli ketika bersamaan dengan seorang wanita, apalagi sedekat dan seintim mereka kini. Walaupun gadis itu sedang dalam paksaan, namun tak membuat lelaki itu kehilangan selera kenikmatannya, bahkan kini setalah mencengkram kembali tungkai kiri gadis itu dengan tangannya, ia membuka mulutnya serta menjulurkan lidahnya tepat ditengah-tengah lubang berbulu gadis itu.

Aku hanya mendapati betapa kumis lelaki itu seakan telah menyatu dengan bulu-bulu jembut sang dara belia yang malang ini. Lidahnya terus bergerak-gerak lincah menyapu area terlarang milik mempelai perempuan ini yang berusaha menahan gairah keperawanannya yang terus dibangkitkan gejolaknya oleh sentuhan-sentuhan lelaki itu pada organ intimnya.

Dan jilatan itu semakin dalam dan turun kebawah diiringi geliatan-geliatan kecil tubuh dara itu yang disertai pula dengan lenguhan tertahannya manakala lidah lelaki itu telah sampai ke bawah bongkahan pantatnya yang terbuka dimana terletak lubang anusnya. Betapa tanpa rasa jijik sama sekali lelaki bajingan itu menjilati anus gadis itu, wajahnya semakin lekat saja pada celah-celah paha korbannya yang semakin keras suara lenguhannya yang teredam sumpalan kain di mulutnya menahan sensasi birahi yang tampaknya mulai bergejolak dalam tubuhnya. Kurasa lelaki itu begitu memaksa memasukkan lidahnya yang sengaja dibuat kaku menegang, apalagi lelaki itu mempunyai lidah yang panjang dari biasanya sehingga membuat anus gadis itu yang sempit serasa ditusuk-tusuk oleh daging lunak yang hangat.

Semua ini memang sama sekali tak pernah disangka oleh gadis itu yang sama sekali belum pernah mempunyai pengalaman bercinta dengan seorang lelaki apalagi hubungan intim seperti sekarang ini yang dirasakannya. Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa andai saja kekasih hatinya itu yang kini telah menjadi suaminya itu mungkin akan berbuat seperti ini pula pada dirinya di malam ritual pengantin mereka. Namun kini ia harus menerima kenyataan pahit bahwa tubuh telanjangnya tengah dicumbui oleh seorang lelaki yang sama sekali tidak dikenalnya, dan bahkan amat dibencinya karena telah menawan suaminya apalagi dicintainya.

Tubuh indahnya masih terkapar tak berdaya dalam posisi menggangkang kedua belah kakinya sementara lelaki itu masih terus tak henti-hentinya menjilati kedua belahan lubang di sela-sela pangkal pahanya, yakni lubang kemaluannya dan lubang anusnya. ia mulai merasa tersiksa sekali dikarenakan ternyata lelaki itu perlahan-lahan telah berhasil membuat tubuhnya yang menahan sensasi dari birahi gairah perawannya telah terpedaya oleh keahlian bercinta lelaki bajingan itu yang agaknya telah mempunyai pengalaman dalam bercinta dan menaklukkan wanita.

Setiap lekuk liku dari tubuh telanjangnya yang sensitif itu dibelai dan di elus, sehingga ketika tangan lelaki itu sudah berpindah meremas-remas kedua belah susunya yang padat berisi, montok indah menggiurkan itu kiri dan kanan, gadis ini telah lupa untuk memberontak lagi, kedua tungkai kakinya yang telah terbebas dari cengkeraman erat tangan-tangan kekar sipejantan itu masih saja terbuka lebar seakan-akan masih terpegang saja layaknya.

Berganti-gantian lidah lelaki perkasa itu mengulas lubang memek dan anus gadis itu. Semakin lama bongkahan pantat sang dara itu semakin mencuat keatas seiring dengan naiknya kedua tungkai kakinya yang semakin mengangkang. Tubuh telanjangnya menggeliat-liat hebat menahan sensasi kenikmatan yang diberikan lelaki bajingan itu kepada dirinya, sementara dari dalam tubuhnya terasa ada yang tersumbat dan ingin meledak-ledak seperti akan mau pipis saja, karena lidah lelaki itu selalu menjilati lubang yang biasanya ia selalu gunakan untuk buang air kecil ini.

Derai air mata yang membasahi kedua belah pipi dari wajah nan cantik ini telah mengering dan kini yang ada hanyalah wajah seorang gadis belia yang tengah melawan birahi pertamanya yang menuntut untuk dituntaskan dari seorang lelaki yang tak pantas meraih kenikmatan bersamanya itu. Tubuh telanjangnya melejang-lejang menawan bagi setiap lelaki yang menyaksikannya, terlebih-lebih aku yang terus melihat adegan itu tanpa berkedip sambil memegangi batang pelirku yang telah tegang setengah mati seraya mengocok-ngocoknya dengan penuh nafsu, betapa aku juga terbawa arus permainan birahi paksa tersebut. Entah kapan aku lupa saat aku memasukkan tanganku kedalam celana dan mengelus batang kontolku yang sama sekali belum pernah singgah kedalam memek gadis manapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *